Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Estimasi 2 Juta Masa! Masyarakat hingga Pejabat Gelar Aksi Bela Palestina 5 November di Monas

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 04 November 2023 | 16:44 WIB
Share:
Foto: Aksi bela Palestina Bandung/Instagram
Foto: Aksi bela Palestina Bandung/Instagram

RAJAMEDIA.CO - Bela Palestina - Sejumlah elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melaksanakan Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas) pada Minggu besok (5/11).

Tidak hanya masyarakat sejumlah pejabat negara dijadwalkan hadiri aksi bela Palestina. Hal itu diungkap Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim.

Yang hadir diantaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ketua MPR dan DPR, serta pimpinan ormas keagamaan.

Diperkirakan, estimasi massa yang hadir sekitar dua juta orang.

"Insyaa Allah dua juta akan hadir, jadi ini sudah beberapa kali demo, dan ini demo dua juta," katanya.

Sudarnoto mengatakan, aksi ini bertujuan sebagai tekanan publik untuk melawan penjajahan Israel. Karena Israel telah melakukan genosida dan kejahatan perang terhadap warga Palestina.

Sementara Ketua MUI Bidang Dakwah Cholil Nafis menjelaskan bahwa aksi Bela Palestina tersebut untuk mengutuk tindakan keji Israel terhadap rakyat Palestina.

"Besok kita akan kumpul di Monas tanggal 5, bahwa masyarakat Indonesia, pemerintah, rakyat mengutuk dan marah. Terhadap apa yang dilakukan Israel di Palestina," ujar

Menurutnya, tindakan tersebut sudah menyangkut kemanusiaan dan bukan lagi soal agama.

Ia berharap akan ada respon dari negarnegara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Negara-Negara Islam (OKI).

Maupun negara-negara lainnya untuk bergerak membantu Palestina.

"Kita suarakan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia semua lapisannya menolak. Marah dan mengutuk penjajahan Israel," ucapnya.

Cholil juga mengimbau agar ormas-ormas keagamaan maupun sosial dapat hadir pada aksi tersebut. Ia tidak mempersoalkan tiap ormas membawa atribut masing-masing, asal tidak bertentangan dengan NKRI.

"Kami tidak mau ada atribut bendera yang bertentangan dengan NKRI kita. Tak boleh ada yang provokasi," tutup Cholil.rajamedia

Komentar: