Politik

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Calon Dewan

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Paslon AMIN Pilih JIS Jadi Tempat Kampanye Akbar Terakhir, Ini Alasannya

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:38 WIB
Share:
Jakarta Internasional Stadium (JIS) di Jakarta Utara akan menjadi tempat kampanye terakhir paslon AMIN. (Foto: Repro)
Jakarta Internasional Stadium (JIS) di Jakarta Utara akan menjadi tempat kampanye terakhir paslon AMIN. (Foto: Repro)

RAJAMEDIA.CO - Pilpres - Jakarta Internasional Stadium (JIS), Jakarta Utara, akan dipilih calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) menjadi tempat kampanye akbar terakhir.

Kampanye tersebut akan digelar pada 10 Februari 2024.

Tim Nasional (Timnas) Pemenangan membebeberkan salah satu keterpilihan JIS, dikarenakan JIS merupakan produk anak bangsa.

"Hari terakhir kampanye akbar pada 10 Februari kami dari pasangan 01 memilih ada kampanye akbar di Jakarta, kita menggunakan tempat JIS. Karena tadi sudah disampaikan JIS ini produk anak bangsa," ujar Kapten Timnas AMIN, Muhammad Syaugi, di Markas Pemenangan AMIN, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1).

Menurut Syaugi dengan terpilihnya JIS, nanti banyak yang menyaksikan bangunan stadium itu. Termasuk, salah satunya alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah mendeklarasikan dukungan kepada Anies-Muhaimin.

"Di situlah Pak Anies ingin memberitahukan kepada dunia kepada masyarakat, bangunan ini sanggup dibangun anak bangsa sendiri," ungkap purnawirawan TNI Angkatan Udara (AU) itu.
 
Anies-Muhaimin akan menggelar kampanye akbar pertama di Tangerang pada Minggu, 21 Januari 2024. Zona ini telah dibagi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Syaugi mengatakan kampanye akbar itu akan dilakukan secara maksimal atau all out. Dia berharap visi-misi yang selama ini disampaikan Anies-Muhaimin pada acara Desak Anies dan Slepet Imin bisa digaungkan saat kampanye akbar tersebut.

Syaugi menyebut Anies-Muhaimin menginginkan bila terpilih nanti, kebijakan yang dibuat berdasarkan kolaborasi bersama masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa menilai dan bisa mengkritisi.

"Jadi, pemerintah mungkin sebagai regulator tapi tidak semua pemerintah menguasai persoalan, ini akan melibatkan masyarakat pakar-pakar. Kita ini banyak orang pandai itu yang akan diajak bersama-sama untuk menentukan kebijakan sehingga kebijakan tersebut bisa dirasakan langsung di rumah kita masing-masing," demikian tutup Syaugi.rajamedia

Komentar: