Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Polemik JIS, Herman Khaeron: Ada Sutradara Sedang Memainkan Skenario Kredibilitas!

Laporan: CAREP-RM-1
Jumat, 07 Juli 2023 | 20:20 WIB
Share:
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron.-
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron.-

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menilai, jika memang Jakarta international Stadium (JIS) hendak digunakan venue Piala Dunia U-17 2023, maka tidak perlu berbelit-belit dalam penunjukannya.

“Jangan kemudian rumputnya (dinilai tak sesuai standar FIFA). Terlalu banyak sandiwara. Saya sih melihatnya seolah-olah ada sutradara,” tegas Herman Khaeron kepada wartawan di ruangannya, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/7).

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat ini melihat, kontroversi yang muncul terkesan hanya menyudutkan satu pihak saja, yaitu mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kini menjadi bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

"Ada sutradara yang membuat skenario supaya kredibilitas lawannya turun. Ya arahnya kalau tidak situ ke mana lagi?” pungkasnya.

PIala Dunia U-17 - Jakarta International Stadium (JIS) akan dicoret jika FIFA datang lakukan inspeksi hari ini.

FIFA sendiri sudah mempercayai Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan akbar tim nasional usia dini tersebut pada November 2023.

Sebelumnya, Ketum PSSI Erick Thohir menegaskan JIS belum memenuhi standarisasi FIFA untuk pertandingan besar seperti Piala Dunia U17.

Ada beberapa alasan yang diklaim Erick Thohir terkait masalah JIS, salah satunya adalah rumput lapangan.

Pihaknya ingin memastikan JIS dapat memenuhi kualifikasi beberapa stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U17.

"Kalau FIFA datang hari ini, ayo salaman sama saya, pasti dicoret," kata Erick Thohir, dikutip Raja Media Network (RMN) Rabu, 5 Juli 2023.

"Niat baik ini yang kita inginkan adalah memastikan JIS bisa menjadi bagian kualifikasi," tegasnya.

Rumput JIS yang ditanam di atas stadion berkapasitas 82.000 itu menggunakan teknologi hibrida dan masuk standar FIFA.

Hanya saja, Erick menjelaskan, pertumbuhan rumput untuk lapangan JIS bermasalah.

Media tanam rumput JIS menggunakan karpet sintetis, di mana akar rumput tak dapat menjangkau tanah.

Ditambah lagi rumput utama JIS juga kekurangan pencahayaan matahari.

"Kita nggak perlu berdebat jenis-jenis rumput. rumput itu ada yang kuat matahari lama, ada kuat matahari sedikit," jelasnya.

Erick Thohir membandingkan antara rumput utama dengan rumput lapangan latihan JIS.

Katanya, rumput utama JIS kurang pencahayaan matahari sehingga perlu diganti dengan jenis rumput lain.

"Rumput yang di lapangan latihan itu bagus karena mataharinya cukup. Ketika yang di dalam (utama), mataharinya kurang, jadi rumputnya tidak bisa beradaptasi jadi mungkin perlu rumput jenis lain," bebernya.rajamedia

Komentar: