Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

NasDem Dianggap Sepihak Usung Cak Imin Jadi Cawapres Anies, Demokrat Meradang!

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 31 Agustus 2023 | 20:12 WIB
Share:
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat di acara Najawa Shihab. (Foto: Tangkapan Layar)
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat di acara Najawa Shihab. (Foto: Tangkapan Layar)

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Kerjasama politik terjalin antara Partai NasDem dan PKB pada Kamis, 31 Agustus 2023.

Hal itu disampaikan, Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya.

Ia membeberkan bahwa isi kesepakantannya, yaitu mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres).

"Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar," ujar Teuku Riefky Harsya dalam keterangan resminya yang diterima redaksi, Kamis (31/8).

"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh," lanjutnya.

Teuku Riefky pun menyebutkan bahwa kabar tersebut juga telah dibenarkan oleh bacapres langsung, Anies Baswedan. Bahkan dalam keterangannya, Teuku menyebutkan bahwa Partai Demokrat dipaksa langsung untuk menerima keputusan tersebut.

"Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar," kata Teuku Riefky.

"Demokrat 'dipaksa' menerima keputusan itu (fait accompli)," sambungnya.

Dengan adanya keputusan kerja sama politik secara sepihak, Partai Demokrat pun mengatakan rapat dadakan di kediaman Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono, Cikeas, Bogor.

"Menyikapi hal itu, Partai Demokrat akan melakukan rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan selanjutnya," ujar Teuku Riefky.

"Sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020, kewenangan penentuan koalisi dan Capres/Cawapres ditentukan oleh Majelis Tinggi Partai," pungkasnya.rajamedia

Komentar: