Politik

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Calon Dewan

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Makan Siang Gratisan, Prabowo Tumbangkan Anies dan Ganjar!

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 15 Februari 2024 | 11:16 WIB
Share:
Kolase Capres Prabowo Subianto - Gibran Rakanbuming Raka dan Direktur  CSIIS  M Sholeh Basyari. (Foto: Repro)
Kolase Capres Prabowo Subianto - Gibran Rakanbuming Raka dan Direktur CSIIS M Sholeh Basyari. (Foto: Repro)

RAJAMEDIA.CO - Pemilu, Jakarta - Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto -Gibran Rakabuming Raka sudah melakukan selebrasi kemenangan atas pasangan 01 Anies Baswedan - Muhaiman dan pasangan 03 Ganjar Pranowo - Mahfud MD di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Selebrasi Prabowo - Gibran dan pendukungnya dilakukan pasca kemenangan pasangan 02 versi hitung cepat sejumlah lembaga survey.

Direktur Ekseuktif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Dr M Sholeh Basyari, menyampaikan, dengan kemenangan Prabowo-Gibran perlu menengok ke belakang menyoroti program pasangan calon dalam Pilpres 2024.

"Kemenangan Prabowo-Gibran menunjukkan tema kampanye ‘makan siang gratis’ efektif mengalahkan BBM gratis dan internet gratis,” ujar Sholeh, Kamis (15/2).

Dosen di sejumlah perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) itu mengatakan, Prabowo-Gibran lebih fokus pada makan siang yang merupakan basic need (kebutuhan dasar), daripada kebutuhan lain, dan bagi masyarakat bawah, kampanye ini tepat sasaran.

"Sekarang, secara meyakinkan perolehan suara Prabowo-Gibran jauh meninggalkan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. Kemenangan ini meski (seperti biasanya dalam pilpres-pilpres sebelumnya), dipersoalkan oleh dua pasangan yang kalah. Ini membuktikan banyak hal penting yang patut kita cermati,” tegasnya.

Kata Sholeh, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasangan AMIN kalah dari pasangan Prabowo-Gibran.

Pertama, gagalnya eksperimen peleburan Islam tradisionalis dengan Islam modernis dalam pasangan AMIN. Harus diakui, pasangan AMIN sejatinya diakui banyak fihak, termasuk oleh elit-elit PKB dan PKS, adalah sejenis kawin paksa.

"Ada jurang perbedaan “ideologi” yang lebar antara PKB dengan PKS, serta, luka lama yang dirasakan kaum nahdliyyin atas kelompok modernis. Nah, dalam Pilpres kemarin seakan terkoyak lagi dengan penempatan Muhaimin yang 'hanya' sebagai cawapres Anies Baswedan,” terangnya.

Kedua, dengan hasil quick count yang ada, yakin PKB akan segera “menyadari” kesalahan dan segera membubarkan dan meninggalkan barisan AMIN.

"PKB itu instrumen politik NU, selalu berpegangan pada azas maslahat dalam mengambil tiap langkah politiknya,” urainya.

Lanjut Sholeh, dengan meninggalkan Jazilul Fawaid untuk tetap berada dalam timnas AMIN, Cak imin, pasti menghitung serius tingkat kerusakan politik dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbi Al-mashalih, manakala ikut-ikutan Bambang Widjojanto dan PKS, untuk terus menuding kecurangan Pilpres.

Ketiga, kemenangan Prabowo Gibran menunjukkan tema kampanye makan siang gratis mengalahkan BBM gratis dan internet gratis.

"Prabowo lebih fokus pada makan siang yang merupakan basic need (kebutuhan dasar), daripada kebutuhan lain. Bagi masyarakat bawah, kampanye ini tepat sasaran,” terangnya.

Lebih lanjut kata Sholeh, secara hak ekonomi dalam perspektif hak asasi manusia (HAM), makan siang gratis sejatinya adalah tugas dan tanggung jawab negara, ketika negara gagal dan kurang maksimal menyediakan lapangan kerja.

"Dengan merujuk hak ekonomi pula, program makan siang gratis bisa dimaknai sebagai bentuk pemberian jaminan sosial sebagai ganti dari penyediaan lapangan kerja yang cukup bagi semua warga negara," ujarnya.

"Jadi, sejumlah program ini harus benar-benar kita cermati,” demikian tutup Sholeh.rajamedia

Komentar: