Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kota Bekasi Darurat DBD! Legsilator PKS Minta Pemkot Bertindak Preventif dan Kuratif

Laporan: Nazila Nur
Sabtu, 11 Mei 2024 | 10:14 WIB
Share:
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary. (Foto: Repro)
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary. (Foto: Repro)

RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi memperhatikan secara serius kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melanda wilayah Kota Bekasi.

Diketahui kasus salah satu penyakit mematikan itu meningkat hingga 1.747 kasus dengan 19 kasus kematian per 4 Mei 2024 di Kota Bekasi.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary meminta Pemkot Bekasi melalui Dinas Kesehatan untuk melakukan upaya-upaya serius menangani penyakit ini, baik preventif maupun kuratif.

Latu Har Hary juga mendorong manajemen RSUD Chasbullah Abdul Majid (CAM) untuk memberi perhatian serius pasien DBD.

"Yang utama adalah bagaimana agar kondisi keadaan darurat saat ini perlu dicarikan solusinya, baik solusi jangka pendek maupun solusi jangka panjangnya,” ungkap Latu Har Hary usai mengunjungi pasien DBD belum lama ini.

Untuk solusi jangka pendek, kata Latu Har, fogging mungkin menjadi salah satu solusi cepat, walaupun tingkat efektivitasnya masih dipertanyakan.

"Yang pasti masyarakat ingin melihat tindakan konkret dari Pemerintah Kota Bekasi terkait masalah penyakit DBD ini,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi PKS itu mengaku, melihat banyaknya pasien DBD yang menumpuk di sejumlah rumah sakit, baik RSUD CAM Kota Bekasi maupun rumah sakit swasta lainnya.

"Pemerintah Kota Bekasi harus bersikap serius dalam menangani masalah ini, karena semakin hari semakin banyak warga Kota Bekasi yang terjangkit penyakit ini serta penyakit yang lainnya,” ujarnya.

Latu mendorong upaya preventif untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan dengan melakukan 3M perlu terus dimassifkan sosialisasinya kepada masyarakat.

"Agar penyakit DBD ini dapat kita tanggulangi dan tekan penularannya, baik dari sisi anggaran maupun penyediaan obat, serta layanan khusus seperti fogging yang harus dilakukan di setiap wilayah yang memang terdampak DBD,” demikian tutup Lay Latu Hary.rajamedia

Komentar: