Politik

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Calon Dewan

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Keras Terhadap Kritik! Putri Gus Dur Sebut Penegakan Hukum Era Jokowi Buruk

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 12 Februari 2024 | 00:41 WIB
Share:
utri ketiga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Wahid (tengah),  kritisi pemerintahan Jokowi. (Foto: YouTube LP3ES)
utri ketiga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Wahid (tengah), kritisi pemerintahan Jokowi. (Foto: YouTube LP3ES)

RAJAMEDIA.CO - Polhukam, Jakarta - Penegakan hukum di periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai buruk.

Peniliain itu disampaikan putri ketiga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Wahid, dalam diskusi virtual bertajuk 'Kotak Pandora Manipulasi Demokrasi dan Perlawanan Kaum Intelegensia: Outlook Demokrasi LP3ES 2024', Minggu (11/3).

"Bahwa kondisinya juga jauh lebih buruk gitu semasa-masa-masa kepemimpinan Jokowi terutama di periode kedua, kita melihat bagaimana penegakan hukum itu semakin semakin keras terhadap kritik gitu," ujar Anita.

Anita mencontohkan ketika mahasiswa melakukan demonstrasi yang kerap mendapat tindakan represif. Tindakan itu didapatkan dari pelibatan kelompok partisipasi publik seperti buzzer.

"Kita melihat teman-teman yang melakukan demonstrasi sudah dihujat oleh para kelompok polarisasi ya yang menggunakan partisipasi publik kuat tadi," ujar Anita.

Sivitas Akademika Universitas Canberra itu turut menyayangkan aksi demontrasi juga diganggu oleh sekelompok oknum. Kemudian, membuat seolah-olah aksi demontrasi itu menjadi rusuh oleh ulah mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya.

"Kita lihat gitu tiba-tiba ada sekelompok orang datang, yang kelihatan sangat terstruktur sangat terlatih, tiba-tiba melakukan kerusuhan gitu dalam beberapa menit, kemudian mereka cabut nah kerusuhannya kemudian dilimpahkan kesalahannya kepada demonstran," ujar Anita.

Anita sebelumnya membacakan Maklumat Canberra yang mewakili Forum Komunikasi Mahasiswa Indonesia Australia National University.

Isi maklumat itu mengkritik pemerintahan Jokowi terhadap situasi politik bangsa saat ini.rajamedia

Komentar: