Politik

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Calon Dewan

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Jokowi Ingatkan Mahasiswa 'UGM' , Kritik Disampaikan Sopan dan Sesuai Adat Ketimuran

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 12 Desember 2023 | 05:56 WIB
Share:
Presiden Joko Widodo. (Foto: Repro)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Repro)

RAJAMEDIA.CO - Polhukam - Kritik yang yang diberikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan penyematan sebagai 'Alumnus UGM Memalukan diperbolehkan dalam negara demokrasi.

Namun mahasiswa diingatkan jika kritik harus disampaikan secara sopan adat ketimuran.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di Sentiong, Jakarta, Senin (11/12).

"Ya, itu proses demokrasi, boleh-boleh saja (mengkritik); tetapi, perlu saya juga mengingatkan, kita ini ada etika, sopan santun ketimuran," ujar Jokowi

Sebelumnya, BEM KM UGM menyampaikan kritik yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. Kritik terhadap Jokowi itu terpampang pada spanduk berukuran sekitar 4x3 meter dan dipasang di sebelah utara Bundaran UGM, Yogyakarta.

Spanduk itu berisi mengenai penghargaan "Penyerahan Nominasi Alumnus UGM Paling Memalukan".

Ketua BEM KM UGM Gielbran M Noor menyebut ada 3-4 banner serupa yang dipasang di luar kampus UGM.

Dia menuturkan, banner ini dipasang sebagai bentuk kekecewaan terhadap Jokowi sebagai alumnus UGM yang kini menjadi kepala pemerintahan di RI.

Gielbran mengungkapkan setidaknya ada tiga alasan pihaknya menyematkan label tersebut kepada Jokowi.

"Pertama, BEM KM UGM menilai indeks demokrasi sepanjang kepemimpinan Presiden Jokowi turun drastis. Kedua, BEM KM UGM menyebut adanya kebobrokan konstitusi di masa pemerintahan Jokowi. Ketiga, BEM KM UGM melihat indikasi upaya menghidupkan dinasti politik di Indonesia oleh Presiden Jokowi," tutup Gielbran.rajamedia

Komentar: