Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

FIFA Cabut Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Erick Thohir Bongkar Alasannya

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 01 April 2023 | 08:02 WIB
Share:
Ketum PSSI Erick Thohir.  (Foto: BPMI Setpres)
Ketum PSSI Erick Thohir. (Foto: BPMI Setpres)

Raja Media (RM), Olahraga - Alasan pencopotan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA diungkapkan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir ke publik.

Erick Thohir menyebut FIFA telah mendapatkan adanya intervensi dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah setempat.

Berkaca dari statemen itu, pemerintha daerah yang dimaksud adalah Gubernur Bali Wayan Koster yang menolak gelaran Drawing Piala Dunia U20 di Bali dengan mengirimkan surat ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena lolosnya Israel dalam Piala Dunia U20.

Menurut Ketum PSSI yang sekakaligus Menteri BUMN itu, sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA tak ingin didikte oleh siapapun, termasuk oleh pemerintah setempat.

"FIFA ini kan otoritas tertinggi sepak bola di dunia, tentu dengan segala keberatan-keberatan yang sudah disampaikan tentu FIFA melihat ini sebuah intervensi," ujar Erick Thohir di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Sabtu (1/4).

Penolakan jug adatang dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang secara terang terangan monolak kehadiran Israel dengan alasan ini merupakan salah satu pesan dari Presiden Soekarno.

Fakta lain adanya penolakan dari politisi PDI Perjuangan dan dari politisi Partai Keadilan Sejahtera.

Baik PDI Perjuangan dan PKS dengan masif memberikan komentar terkait sikap penolakannya.

Padahal diketahui, bahwa Indonesia lolos menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 melalui proses panjang dan diketahui oleh kedua partai ini.

"FIFA sering kali menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola akibat intervensi yang dilakukan pemerintah. FIFA memiliki statu, aturan, dan otoritas sendiri yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah, baik yang bersifat politik maupun aturan sebuah negara," ujarnya.  

Lanjut Erick Thohir, penolkan itu terjadi ketika pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah menandatangani kontrak mengenai penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023.

"Yang ditandatangani itu kita menjamin keamanan salah satunya, tentu ini yang mungkin menjadi pertimbangan FIFA juga," tegasnya.

Erick pun menepis anggapan bahwa Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akibat infrastruktur yang belum siap.

"FIFA sudah menyatakan bahwa stadion yang disiapkan memenuhi kualifikasi untuk menjadi lokasi penyelenggaraan Piala Dunia U-20," pungkasnya.rajamedia

Komentar: